Portal Akemena – Electric Era, sebuah startup yang berasal dari Seattle, mengumumkan peluncuran platform energi terbarukan baru bernama CoPower. Melalui teknologi baterai canggih yang telah dikembangkan, perusahaan ini bertujuan untuk menyediakan solusi penyimpanan energi yang efisien untuk pusat data. Inovasi ini menjadi penting karena kebutuhan energi untuk pusat data semakin meningkat, sekaligus menghadapi tantangan kapasitas jaringan listrik yang terbatas.
Inovasi CoPower dalam Penyimpanan Energi
CoPower Platform merupakan hasil dari pengembangan yang mengintegrasikan baterai besar dengan perangkat lunak manajemen yang telah diadaptasi dari sistem pengisian daya kendaraan listrik (EV) milik Electric Era. Sistem pengisian cepat DC yang dimiliki perusahaan telah terbukti efektif dalam mengelola dan menyimpan daya, sehingga menawarkan solusi yang relevan untuk pusat data yang sering kali mengalami fluktuasi permintaan energi secara mendadak.
Berdasarkan informasi yang tersedia, sejumlah perusahaan teknologi kini tengah berlomba-lomba untuk menemukan sumber energi baru guna memenuhi kebutuhan operasional pusat data mereka yang semakin besar. Pusat data ini terkenal akan konsumsi listrik yang tinggi dan memerlukan akses ke daya secara terus-menerus agar dapat memenuhi lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Beberapa perusahaan menyatakan bahwa keterbatasan kapasitas jaringan dan lamanya waktu interkoneksi sudah menyebabkan penundaan dalam ekspansi operasional mereka.
Peluang Pertumbuhan untuk Operasional Pusat Data
CEO dan salah satu pendiri Electric Era, Quincy Lee, mengungkapkan bahwa produk baru itu dapat membantu operator pusat data untuk menerima lebih banyak pelanggan, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan yang baru dalam pendapatan. “Kami memungkinkan operator pusat data untuk mengatakan ‘ya’ kepada pelanggan yang saat ini mereka tolak, sehingga membuka pundi-pundi pendapatan yang seharusnya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diraih,” jelasnya.
Spesifikasi dan Keunggulan CoPower
CoPower Platform menggunakan baterai dari LG Energy Solution dan dirancang dalam modul-modul berkapasitas 2,5 megawatt yang dapat digabungkan untuk menghasilkan lebih dari 100 megawatt kapasitas penyimpanan. Electric Era mengklaim bahwa mereka dapat memasang sistem ini dalam waktu 12 hingga 18 bulan, jauh lebih cepat dibandingkan dengan lima tahun atau lebih yang biasa diperlukan untuk peningkatan utilitas tradisional.
Model Pembiayaan dan Kerja Sama
Sistem CoPower ditawarkan melalui perjanjian pembelian energi, di mana Electric Era bertanggung jawab untuk membangun dan mengoperasikan sistem, sementara pusat data menandatangani kontrak jangka panjang untuk membeli output energi dengan harga yang telah ditentukan. Electric Era juga bekerja sama dengan perusahaan infrastruktur energi lain seperti McKinstry untuk merancang dan mengembangkan proyek, serta tengah menjajaki kemungkinan pendanaan dengan Macquarie Asset Management.
Persaingan di Pasar Penyimpanan Energi
Electric Era bukanlah satu-satunya pemain di sektor penyimpanan energi untuk pusat data. Perusahaan lain seperti Calibrant Energy, FlexGen, Schneider Electric, EnerSys, dan Saft juga mengembangkan sistem penyimpanan energi mereka sendiri. Dalam konteks ini, inovasi yang ditawarkan oleh Electric Era menghadirkan pilihan alternatif bagi operator pusat data untuk memanfaatkan teknologi terbaru dalam memenuhi kebutuhan energi mereka.
Kesimpulan
Dengan peluncuran CoPower Platform, Electric Era mengambil langkah signifikan untuk membantu operator pusat data dalam mengatasi tantangan energi yang ada. Inovasi ini menunjukkan potensi dalam mendukung pertumbuhan pendapatan di tengah keterbatasan kapasitas listrik, serta menandai upaya yang lebih besar dalam adopsi teknologi ramah lingkungan. Sebagai perusahaan yang dibentuk pada tahun 2019, Electric Era telah berhasil mengamankan pendanaan sebesar $30 juta dari investor dan $48 juta dalam bentuk hibah pemerintah, termasuk dana senilai $5,05 juta dari Program Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional untuk instalasi stasiun pengisian di negara bagian Washington. Inovasi dan strategi perusahaan ini dapat menjadi contoh bagi startup lain dalam menghadapi tantangan yang serupa di industri teknologi dan energi.