Portal Akemena – Di Jalur Gaza, pada 11 Mei 2026, diadakan acara nikah massal yang melibatkan 50 pasangan, termasuk di antaranya 40 pemuda penyandang disabilitas dan cedera akibat konflik yang berlangsung di wilayah tersebut. Acara ini dilaksanakan oleh organisasi amal yang didanai oleh masyarakat Maroko, di daerah Mawasi, Rafah, Gaza selatan. Meski di tengah kondisi kemanusiaan yang sulit dan dampak perang, suasana pernikahan penuh sukacita.
Perang yang dimulai pada 8 Oktober 2023 telah menyebabkan krisis ekonomi yang parah di Gaza, menghalangi banyak pemuda untuk mewujudkan impian menikah. Inisiatif pernikahan massal ini bertujuan untuk memberikan kebahagiaan kepada para peserta serta membantu meringankan beban finansial yang selama ini menjadi kendala.
Abdulrahman Al-Qadi, salah satu pemuda penyandang disabilitas yang ikut dalam acara ini, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya. Ia menjelaskan bahwa pernikahan massal ini merupakan momen yang telah lama dinantikan setelah mengalami berbagai kesulitan. “Saya telah bertunangan selama bertahun-tahun, dan situasi ekonomi serta perang adalah hambatan terbesar untuk menikah. Hari ini, kami merasakan kebahagiaan dan berharap kehidupan pernikahan kami dimulai dengan baik,” kata Al-Qadi dalam keterangannya kepada media.
Acara ini tidak hanya menandai simbol kebangkitan harapan di tengah kesulitan, tetapi juga menekankan pentingnya dukungan komunitas internasional, terutama dalam membantu warga Gaza yang paling rentan. Melihat kebahagiaan peserta, pernikahan massal ini menjadi pengingat akan kekuatan cinta dan solidaritas dalam situasi sulit.