Trump Yakini Kesepakatan Bisa Terwujud Dalam Seminggu Mendatang

Portal Akemena – Presiden Donald Trump mengumumkan pelaksanaan “operasi tempur besar” melawan Iran pada 28 Februari, dengan serangan gabungan besar-besaran antara AS dan Israel yang menyasar lokasi militer dan infrastruktur pemerintah Iran. Situasi ini semakin memanas setelah pembicaraan awal antara AS dan Iran di Pakistan pada April lalu gagal mencapai kesepakatan damai.

Menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua minggu, Trump menyatakan perpanjangan gencatan senjata yang tidak terbatas serta melanjutkan blokade AS hingga negosiasi diselesaikan. Dalam pernyataannya, Trump optimis bahwa kesepakatan dengan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka Selat Hormuz bisa tercapai dalam waktu dekat.

Sementara itu, insiden terbaru melibatkan dua tentara Lebanon yang mengalami cedera ringan akibat serangan drone Israel di dekat kota Nabatiyeh. Pasca aksi tersebut, Trump mengklaim telah berbicara dengan pemimpin Israel dan Hezbollah, memastikan mereka sepakat untuk menghentikan serangan.

Iran, di sisi lain, menyatakan berhenti dari komunikasi dengan AS akibat serangan yang berkelanjutan dari Israel ke Lebanon dan menghalangi akses ke Selat Hormuz. Hal ini menambah ketegangan regional, di mana Iran memperingatkan bahwa pelanggaran batas di Lebanon dan Gaza dapat memicu perang langsung.

Kementerian Pertahanan Israel telah memperingatkan warga di pinggiran selatan Beirut untuk mengungsi, mengingat potensi serangan yang akan datang. Situasi yang terus berkembang ini menunjukkan komplesitas hubungan geopolitik yang sepenuhnya terpengaruh oleh ketegangan antara negara-negara di kawasan tersebut.