Portal Akemena – Untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir, Amazon menjadi peringkat teratas di daftar Fortune 500, menggeser Walmart dari posisinya yang sudah lama di puncak. Perubahan ini menandai momen penting dalam sejarah daftar Fortune 500 yang telah ada selama 72 tahun.
Amazon, yang berbasis di Seattle, mencatat pendapatan lebih dari $700 miliar pada tahun 2025, dengan peningkatan 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan pencapaian ini, Amazon awalnya muncul dalam daftar tersebut pada posisi ke-492 lebih dari 20 tahun lalu. Dalam sejarahnya, hanya empat perusahaan yang pernah menduduki posisi nomor satu, yaitu General Motors, ExxonMobil, Walmart, dan kini Amazon.
Pergeseran Peringkat dalam Daftar Fortune 500
Walmart sekarang berada di posisi kedua untuk pertama kalinya sejak 2012. Perubahan peringkat ini tentu menjadi perhatian banyak pihak, terutama para pelaku industri dan analis keuangan. Berikut adalah sepuluh besar perusahaan di dalam daftar Fortune 500:
- Amazon
- Walmart
- UnitedHealth Group
- Apple
- Alphabet
- CVS Health
- Berkshire Hathaway
- McKesson
- Exxon Mobil
- Cencora
Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut mencatat pendapatan gabungan mencapai $21 triliun serta laba mencapai $2,1 triliun pada tahun lalu. Perusahaan-perusahaan ini juga mempekerjakan sekitar 30,5 juta orang di seluruh dunia.
Kinerja Keuangan Amazon
Amazon melaporkan penjualan kuartal pertama sebesar $181,5 miliar, yang menunjukkan peningkatan 17%, serta laba operasional sebesar $23,9 miliar, meningkat 30% ketika penghasilan dilaporkan pada akhir bulan April. Pertumbuhan Amazon Web Services juga meningkat pesat hingga 28% pada kuartal pertama, mengindikasikan kontribusi signifikan terhadap kesuksesan perusahaan.
Namun, meskipun meraih posisi teratas, Amazon harus menghadapi tantangan internal. Perusahaan tersebut melakukan pemotongan karyawan sebesar 16.000 orang pada bulan Januari sebagai bagian dari restrukturisasi yang dimulai sejak Oktober lalu, dengan total pemecatan mencapai 30.000 posisi. Ini merupakan pengurangan karyawan terbesar dalam sejarah perusahaan ini.
Kenaikan Perusahaan Teknologi di Fortune 500
Daftar Fortune 500 juga menunjukkan perkembangan menarik dari perusahaan teknologi lainnya. Microsoft berhasil naik satu peringkat ke posisi ke-11, yang merupakan peringkat tertinggi dalam sejarahnya, didorong oleh integrasi berat dengan OpenAI dan alat-alat Azure cloud. Di sisi lain, Alphabet kembali dinyatakan sebagai perusahaan paling menguntungkan, melampaui tanda laba $100 miliar untuk tahun kedua berturut-turut, dengan total laba sebesar $132 miliar.
Nvidia juga mencatat lonjakan signifikan, menduduki peringkat ke-16 dan menjadi perusahaan pertama yang mencapai valuasi $4 triliun, melampaui Apple untuk merebut posisi perusahaan paling berharga. Selain itu, Meta juga merangkak naik lima posisi, mencapai peringkat tertinggi yang pernah ada.
Kesimpulan
Perubahan peringkat dalam daftar Fortune 500 menggambarkan dinamika industri yang terus berubah, terutama dalam sektor teknologi. Dominasi Amazon sebagai perusahaan nomor satu menandakan betapa signifikan pengaruh e-commerce dan teknologi kloud dalam ekonomi global. Sementara Walmart, yang telah lama memimpin, harus beradaptasi dengan tantangan yang ada. Peringkat perusahaan-perusahaan ini memberikan wawasan tentang arah dan perkembangan pasar yang patut diperhatikan oleh investor dan pengamat industri.