Portal Akemena – Hadi Partovi, pendiri Code.org, kini menjabat sebagai CEO baru di Payam Music, sebuah sekolah piano yang berbasis di Bothell, Washington. Dia berencana untuk memperluas sekolah ini secara nasional dengan dukungan dari beberapa tokoh terkenal seperti Mark Cuban dan Dara Khosrowshahi, CEO Uber.
Berita ini muncul bersamaan dengan tayangan segmentasi dalam program 60 Minutes dan artikel USA Today yang menyoroti metode pengajaran yang dikenal dengan nama Payam Method. Pendekatan ini berbeda dari metode tradisional yang biasanya diajarkan, di mana siswa belajar musik dari partitur klasik sejak awal. Sebaliknya, metode ini mengajarkan siswa untuk bermain menggunakan huruf dan angka, memberi mereka kesempatan untuk memilih lagu-lagu yang mereka sukai. Setelah siswa mencapai kemajuan melalui 18 level, mereka diperkenalkan dengan notasi dan teori musik tradisional.
Transformasi yang Dibalut Pengalaman
Dalam pernyataannya, Partovi mengungkapkan bahwa dia akan menggabungkan pengalamannya dalam mengajarkan ilmu komputer kepada jutaan orang dengan kecintaannya yang sudah lama terhadap piano. Dia mengingat masa kecilnya di Iran, di mana dia dan saudara kembarnya, Ali, belajar bermain piano dengan cara yang unik. Setelah revolusi Islam, keluarga mereka terpaksa berdiam diri di rumah, dengan ayahnya yang mengajarkan mereka dengan cara kreatif, seperti memotong catatan musik dan merekatkannya ke tuts piano.
Setelah pindah ke Amerika Serikat dan tinggal bersama neneknya, Partovi mengaku tidak mampu membayar les piano tetapi tetap berlatih sendiri. Walaupun kini terjun ke dunia teknologi, kecintaannya terhadap musik tetap tinggi, dan ia terus menciptakan musiknya sendiri.
Metode Payam Music yang menarik perhatian
Payam Music didirikan oleh Payam Khastkhodaei, seorang guru piano berusia 32 tahun. Ia mengembangkan metode tersebut saat memberikan les di sebuah rumah yang telah waktunya diubah fungsi. Partovi menemukan sekolah ini ketika anaknya, Darius, mendaftar dan menunjukkan kemajuan yang cepat setelah sebelumnya mengalami kesulitan dengan metode tradisional.
Dalam segmen *60 Minutes*, Partovi membandingkan pendekatan Payam Music dengan metode pengajaran yang digunakan oleh Code.org dalam mendidik pemrograman, yang mengutamakan visualisasi dan kesederhanaan. Metode ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi para siswa.
Pertumbuhan dan dampak sekolah
Payam Music sekarang telah memiliki delapan lokasi yang tersebar di negara bagian Washington, California, New York, dan Maryland. Sekolah ini berhasil mengumpulkan dana awal hingga angka juta untuk memperluas jangkauannya secara nasional. Khastkhodaei menyatakan bahwa sekitar 97% siswa di sekolahnya melanjutkan pelajaran setelah tahun pertama, yang merupakan angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 15% hingga 20% pada pengajaran tradisional.
Biaya untuk setiap sesi pelajaran berkisar antara $75 hingga $100, yang dapat menjadi investasi penting bagi orang tua yang mencari cara efektif untuk mengajarkan musik kepada anak-anak mereka.
Kesimpulan
Dengan langkah baru Hadi Partovi sebagai CEO Payam Music, diharapkan sekolah ini dapat membawa angin segar dalam metode pengajaran musik di Amerika Serikat. Kombinasi dari pengalaman mengajar dan kecintaannya terhadap piano berpeluang besar untuk menjadikan Payam Music sebagai contoh sukses dalam mengubah cara anak-anak belajar musik, sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan saat ini.