Portal Akemena – Amazon Web Services (AWS) mengumumkan bahwa upaya untuk mengurangi penggunaan air di pusat datanya telah membuatnya menjadi tujuh kali lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan rata-rata industri. Dalam upayanya menuju target menjadi “positif air” menjelang tahun 2030, AWS berkomitmen untuk mengembalikan lebih banyak volume air ke komunitas tempat air tersebut digunakan.
Hal ini menjadi perhatian utama mengingat peningkatan signifikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang mendorong ekspansi besar-besaran di pusat data. Meskipun demikian, di kota Seattle, muncul resistensi terhadap pembangunan pusat data yang baru. Dewan Kota Seattle baru-baru ini menyetujui moratorium darurat selama satu tahun untuk proyek pusat data besar di dalam batas kota.
Strategi Penggunaan Air di Pusat Data
Pusat data menggunakan berbagai strategi untuk menjaga suhu elektronik agar tetap dingin. Metode yang umum digunakan termasuk ventilasi dengan udara luar, pendinginan menggunakan air yang diuapkan, serta pendingin udara konvensional. Namun, setiap pendekatan memiliki trade-off dalam penggunaan sumber daya; pendingin udara lebih banyak memerlukan listrik namun menghemat air, sedangkan pendinginan evaporatif lebih hemat energi tetapi konsumsi airnya lebih tinggi.
AWS mengandalkan sistem ventilasi dengan menggunakan udara luar untuk mendinginkan fasilitasnya sekitar 90% dari waktu. Ketika temperatur luar melebihi 29 derajat Celsius, perusahaan beralih ke metode pendinginan evaporatif. Penelitian lebih lanjut tentang suhu maksimum yang dapat ditoleransi oleh elektroniknya juga membantu dalam menjalankan mesin di kondisi yang lebih hangat, yang berkontribusi pada penghematan air.
Menurut data yang tersedia, AWS menggunakan 0,12 liter air per kilowatt-jam, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang mencapai 0,84 liter. Angka ini mencakup pusat data yang dimiliki oleh Amazon serta ruang yang disewa secara internasional dan telah diverifikasi oleh auditor independen.
Dampak dan Respons terhadap Penggunaan Air
Meskipun Amazon menyoroti pencapaian ini, mereka juga mencatat bahwa industri pusat data secara keseluruhan menggunakan lebih sedikit air daripada yang banyak dipikirkan oleh masyarakat, yaitu sekitar 0,5% dari seluruh konsumsi air industri di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan teknologi lain juga melaksanakan strategi dan kebijakan untuk menghemat air. Microsoft, misalnya, berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sebesar 40% hingga tahun 2030 dan berencana untuk mengembalikan lebih banyak air daripada yang mereka gunakan di setiap distrik tempat mereka beroperasi.
Kendati langkah-langkah ini diambil, kekhawatiran publik tetap ada terutama di daerah-daerah yang menghadapi kekurangan air. Laporan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa hampir dua pertiga dari pusat data yang dibangun atau sedang dalam pengembangan di A.S. terletak di daerah yang mengalami stres air.
Seorang peneliti data dan geospasial di wilayah Seattle, Simon Hans Edasi, telah meneliti lokasi-lokasi pusat data di negara bagian Washington serta hubungannya dengan ketersediaan air dan akses energi. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap rencana pembangunan kampus Amazon senilai $4,8 miliar di Burbank, yang terletak dekat Sungai Columbia.
Upaya Rencana Pengembalian Air
Meskipun tidak membahas proyek spesifik tersebut, Will Hewes selaku pemimpin pengelolaan air di Amazon menyatakan bahwa perusahaan memiliki fokus utama di setiap lokasi yaitu menarik semaksimal mungkin air yang dibutuhkan, menggunakan air daur ulang dari pabrik pengolahan, dan bekerja sama dengan organisasi lokal untuk mengembalikan air ke area sekitarnya.
Hewes menjelaskan, “Untuk setiap daerah yang mengalami stres air, kami memastikan untuk mengembalikan lebih banyak air daripada yang kami gunakan.” Upaya pengembalian tersebut dapat bervariasi tergantung lokasi, mulai dari membantu petani menggunakan air limbah dari pusat data untuk irigasi, hingga bekerja sama dengan pengelola gedung untuk memperbaiki kebocoran air yang terjadi.
Pada tahun lalu, AWS melaporkan bahwa mereka mengkonsumsi sekitar 2,5 miliar galon air untuk pusat data di seluruh dunia, dan melalui upaya pengembalian, perusahaan ini mengklaim dapat mengembalikan 3 galon untuk setiap 4 galon air yang mereka gunakan.
Kesimpulan
Dengan komitmen dan tindakan nyata yang diambil oleh Amazon Web Services dalam mengurangi penggunaan air, perusahaan ini menunjukkan upaya yang signifikan untuk mencapai target menjadi positif air menjelang 2030. Sementara tantangan dan respons dari masyarakat terus berlanjut, langkah-langkah yang diambil oleh AWS dan perusahaan lain dalam industri teknologi menunjukkan bahwa kesadaran akan pengelolaan sumber daya yang lebih baik semakin mendapat perhatian.