Portal Akemena – Tim kriket Afghanistan tetap optimis meskipun mengalami kekalahan berturut-turut dalam ujian satu kali di New Chandigarh dan pertandingan ODI pembuka di Dharamshala. Kapten Afghanistan, Hashmatullah Shahidi, terlihat kelelahan setelah sesi latihan yang intens di Stadion Ekana pada Selasa sore, saat suhu mencapai 41 derajat Celsius, namun ia tetap memasuki konferensi pers dengan senyuman.
Shahidi mengungkapkan bahwa seri ini merupakan kesempatan belajar bagi timnya yang menghadapi tim India yang jauh lebih superior. “Saya rasa kami telah bermain kriket yang baik dalam ODI pertama, tetapi ada beberapa area di mana kami kurang beruntung. Kami kehilangan ganda wicket dan hanya memiliki satu kemitraan yang baik. Kami harus bekerja pada aspek tersebut dan memastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” kata pemain berusia 31 tahun ini.
Dalam situasi seperti ini, ia menekankan pentingnya untuk tidak membuang keuntungan yang didapat. “Ketika Anda bermain melawan tim seperti India, mereka tidak memberi banyak kesempatan. Jadi saat Anda unggul, Anda harus memanfaatkan itu dan tidak memberikan kembali permainan kepada mereka,” tambah Shahidi.
Pentingnya Pengalaman Berlaga di Ekana Stadium
Afghanistan memiliki kenangan baik di Stadion Ekana karena menjadi rumah adopsi mereka selama periode 2019-20. “Kami pernah memainkan seri ODI melawan West Indies di lapangan ini dan juga bermain di sini selama Piala Dunia 2023. Kondisi di sini bisa sedikit lebih lambat dan ramah terhadap spin, dan cuacanya juga panas. Kami akan berusaha menjalankan dasar-dasar dengan baik dan bermain kriket yang positif,” ungkap Shahidi.
Shahidi juga memberikan kabar terbaru mengenai Darwish Rasooli, pemain tengah yang harus kembali ke rumah akibat meninggalnya ayahnya, namun kini telah bergabung kembali dengan tim sebelum ODI kedua di sini. “Rasooli mengetahui soal kematian ayahnya saat kami meninggalkan hotel menuju Dharamshala dan kemudian ia terbang kembali ke rumah. Kini ia berada bersama kami dan telah menjalani sesi latihan hari ini,” imbuhnya.
Dukungan Tim terhadap Rasooli
Kapten Afghanistan tersebut menyatakan, tim akan melakukan segala upaya untuk mendukung Rasooli. “Sebagai seorang pemain, tidak mudah bagi siapa pun kehilangan anggota keluarga, terutama ibu atau ayah. Di Afghanistan, banyak ayah yang ingin anak-anak mereka menjadi kriket top. Darwish memiliki kesempatan itu, karena ayahnya ingin ia menjadi salah satu pemain kriket terbaik untuk Afghanistan. Itu adalah mimpi ayahnya, dan kini ia berusaha mewujudkan mimpi itu. Semoga ia bisa mewujudkannya untuk kita di seri ini. Ini adalah waktu yang sulit baginya, dan dukungan kami sebagai tim akan selalu bersamanya,” tegas Shahidi.
Dukungan tim tentunya menjadi hal penting dalam momen sulit ini. Dalam situasi yang emosional ini, kebersamaan dan solidaritas antar pemain bisa menjadi pendorong bagi performa mereka di lapangan. Dengan atmosfer yang saling mendukung, diharapkan Rasooli bisa tampil maksimal meskipun dalam situasi sulit.
Kesimpulan
Melihat dari semua informasi yang ada, tim kriket Afghanistan menunjukkan semangat yang tinggi meskipun menghadapi tantangan besar dalam serangkaian pertandingan melawan India. Dengan pengalaman dan dukungan dari rekan-rekan setim, harapan untuk pembenahan di pertandingan berikutnya tetap ada. Keberhasilan atau kegagalan tidak hanya terletak pada hasil akhir di lapangan, tetapi juga pada proses belajar dan perkembangan yang didapat di sepanjang perjalanan ini.