Proyek Skylight Ai2 Luncurkan Shippy, Agen AI Pengolah Data Laut

Portal Akemena – Skylight, platform monitoring laut yang dikembangkan oleh Allen Institute for AI (Ai2) di Seattle, baru saja meluncurkan agen AI bernama Shippy. Agen ini dirancang untuk memberikan jawaban dalam bahasa sederhana terkait kegiatan maritim di seluruh dunia, termasuk isu-isu seperti penangkapan ikan ilegal dan kondisi kapal yang hilang jejak.

Agen Shippy ini bekerja menggunakan data pelacakan kapal dan data satelit secara real-time. Setiap jawaban yang diberikan dapat dirujuk kembali ke catatan dasar, sehingga para analis dapat memverifikasi dan mereproduksi informasi yang diperoleh. Pengembangan ini menunjukkan upaya serius dalam memanfaatkan teknologi untuk pemantauan laut demi mengatasi tindakan ilegal yang merugikan lingkungan dan ekonomi, terutama di negara-negara berkembang.

Inovasi dalam Pemantauan Laut

Skylight merupakan bagian dari rangkaian proyek lingkungan yang berpindah dari Vulcan Inc., perusahaan milik almarhum pendiri Microsoft, Paul Allen, ke Ai2 pada tahun 2021. Proyek ini berfokus pada penanganan praktik penangkapan ikan yang tidak dilaporkan dan tidak diatur, yang ditaksir menyebabkan kerugian mencapai miliaran dolar setiap tahunnya. Penangkap ikan yang melakukan praktik tersebut biasanya merugikan negara berkembang yang bergantung pada sumber daya perikanan mereka.

Platform ini gratis untuk digunakan dan telah dimanfaatkan oleh lebih dari 300 organisasi di sekitar 70 negara. Dengan memadukan data satelit gratis, citra komersial, dan umpan pelacakan kapal, Skylight memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi perilaku mencurigakan, seperti kapal yang ‘menghilang’ dari radar atau interaksi antar kapal yang mencurigakan di laut.

Penerapan Teknologi AI dalam Maritim

Shippy diberdayakan untuk menjawab pertanyaan seputar maritim secara akurat tanpa memberikan penilaian hukum. Hal ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati, di mana keputusan terkait pengiriman patroli tetap berada di tangan manusia. Pembatasan ini dirancang untuk menjaga keandalan dan akuntabilitas informasi yang disampaikan.

Pengembangan agen ini adalah bagian dari perubahan yang lebih besar di Ai2 untuk menerapkan AI dalam menangani masalah-masalah dunia nyata. Sejak baru-baru ini, beberapa peneliti dan mantan CEO Ai2, Ali Farhadi, bergabung dengan Microsoft, menandakan transisi yang lebih strategis dalam menghadapi perusahaan teknologi besar dalam pengembangan model AI.

Kondisi dan Penggunaan Shippy

Semua organisasi pemerintahan, badan perikanan regional, dan LSM yang memenuhi syarat akan dapat mengakses Shippy secara gratis. Namun, saat ini penggunaan alat ini masih terbatas pada sekelompok kecil agensi dan mitra. Skylight berencana memperluas akses ke lingkup pengguna yang lebih luas seiring dengan pembaruan dan peningkatan alat ini di masa mendatang.

Dampak Pada Pemantauan Lingkungan

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya pengendalian penangkapan ikan ilegal di seluruh dunia. Praktik penangkapan yang tidak diatur tidak hanya merugikan ekonomi negara-negara yang terlibat, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem laut. Melalui teknologi seperti Shippy, diharapkan pemantauan dapat dilakukan lebih efektif.

Kesimpulan

Peluncuran agen Shippy adalah langkah maju yang signifikan dalam pemantauan maritim dengan menggunakan kecerdasan buatan. Dengan memberikan akses informasi yang lebih baik dan transparan, diharapkan berbagai pihak dapat bekerja sama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan mengurangi praktik ilegal yang semakin meresahkan. Skylight tetap berkomitmen untuk menyediakan alat ini secara gratis dan berguna bagi mereka yang berperan dalam melindungi lingkungan laut.