Mojtaba Khamenei: Kesepakatan Iran-AS Dipicu Keputus-asaan Trump

Portal Akemena – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengumumkan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Kesepakatan ini diumumkan dalam sebuah pesan resmi dan dijadwalkan akan diresmikan di Jenewa, Swiss, pada Jumat, 19 Juni 2026. Menurut Khamenei, kesepakatan ini terlaksana berkat rasa belas kasih dan upaya para pejabat Teheran, di tengah kondisi Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai putus asa.

Dalam pernyataannya, Khamenei menjelaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani setelah melakukan serangkaian diskusi intensif antara kedua negara. “Bersekatkan semangat nasional, nota kesepahaman ini merupakan buah dari upaya para pejabat yang ingin menciptakan kedamaian,” ucap Khamenei. MoU ini mencakup beberapa poin penting, seperti penghentian semua bentuk permusuhan, pencabutan blokade Angkatan Laut AS dalam waktu 30 hari, serta pemulihan lalu lintas komersial di Selat Hormuz.

Dari pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menghadiri pertemuan ini dan berkomitmen untuk melindungi hak-hak bangsa Iran serta berjanji tidak akan menerima tuntutan berlebihan dari pihak AS. Khamenei menjelaskan bahwa keputusan untuk menyetujui perjanjian ini diambil setelah mempertimbangkan komitmen yang telah diberikan oleh presiden Iran tersebut. Kesepakatan ini dianggap sebagai langkah signifikan menuju rekonstruksi Iran, yang diperkirakan membutuhkan investasi setidaknya sebesar USD300 miliar.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, harapan terhadap perdamaian dan stabilitas antara Iran dan AS semakin terbuka lebar, meskipun masih banyak tantangan yang perlu dihadapi ke depan.