RGSS Berfungsi Sebagai Diagnosa Kinerja 514 Pemda Indonesia

Portal Akemena – Upaya untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia kini didukung oleh alat baru bernama Regional Government Success Scorecard (RGSS). Alat berbasis data ini dirancang untuk membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan pemerintah daerah (pemda). RGSS dikembangkan oleh Chandler Governance Group (CGG) dengan dukungan dari Gates Foundation, serta berkolaborasi dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia.

RGSS menawarkan pandangan komparatif dan kontekstual mengenai kinerja 514 kota dan kabupaten di Indonesia. Berbeda dari pendekatan tradisional yang sering kali mengabaikan kondisi awal yang berbeda, RGSS menggunakan metodologi Perbandingan Rekan Dinamis (Dynamic Peer Comparison/DPC). Dengan metode ini, masing-masing pemda akan dinilai dan dibandingkan dengan daerah lain yang memiliki karakteristik struktural serupa, sehingga menghindari bias yang dapat merugikan daerah dengan tantangan lebih besar dan sumber daya yang terbatas.

RGSS disusun berdasarkan empat pilar utama: kemampuan kelembagaan pemda, sumber daya yang tersedia, hasil dari kebijakan yang dirasakan oleh warga, dan kondisi struktural yang berada di luar kendali pemda. Dengan pendekatan ini, RGSS berfungsi sebagai alat bantu bagi pengambil kebijakan untuk evaluasi mandiri dan bukan sebagai instrumen untuk menghakimi kinerja.

Inisiatif ini diakui penting dalam memperkuat tata kelola daerah dengan pendekatan berbasis bukti. Saat ini, profil pemda dan data terkait dari seluruh kabupaten dan kota sudah dapat diakses publik, memberikan kesempatan bagi para praktisi kebijakan untuk menggali lebih dalam mengenai dinamika kinerja pemerintah daerah di Indonesia.