Remaja Seattle Hadapi Tantangan Sains Laut dalam Kejuaraan Robotika

Portal Akemena – Tim siswa sekolah menengah atas dari Seattle, Triton Robotics, siap untuk bersaing dengan tim robotika bawah laut dari berbagai belahan dunia di ajang MATE ROV World Championships yang akan berlangsung bulan depan di Kanada. Kompetisi ini menjadi kali ketiga bagi Triton Robotics untuk berpartisipasi dalam acara internasional yang diadakan di St. John’s, Newfoundland.

Dikenal sebagai tim yang mandiri, Triton Robotics terdiri dari tujuh siswa kelas 11 yang semuanya berasal dari Seattle Academy. Ajang MATE (Marine Advanced Technology Education) ROV dijadwalkan berlangsung pada 25-27 Juni, menghadirkan tantangan bagi tim untuk menyelesaikan misi bawah air yang diambil dari masalah nyata di bidang ilmu kelautan. Tahun ini, tugas yang harus diselesaikan mencakup pemetaan ekosistem terumbu karang air dingin, penempatan instrumen observatorium laut, modeling turbin angin lepas pantai, serta pengoperasian pelampung profil di bawah es laut yang terkenal sulit.

Tugas dan Tantangan Kompetisi

Kompetisi kali ini mengusung tema yang berkaitan dengan dua inisiatif ilmiah Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu tentang keberlanjutan laut dan penelitian krioferik. Triton Robotics menyiapkan dua sistem buatan khusus untuk menghadapi tantangan dalam kompetisi. Njord, kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh, dirancang untuk menghadapi tantangan di kolam gelombang dan tangki flume, terutama dalam menghadapi arus yang kuat dan visibilitas yang rendah.

Sementara itu, Skadi, pelampung profil vertikal otonom, akan beroperasi di tangki es National Research Council, melakukan penyelaman di bawah es laut yang tidak dapat dijangkau oleh pelampung pemantauan laut biasanya. Untuk mendukung misi ini, Triton Robotics juga mengembangkan TritonOS, perangkat lunak onboard yang memungkinkan kendaraan menstabilkan kedalaman dan memudahkan pilot dalam mengendalikan Njord dengan lebih intuitif melalui pengoperasian manipulator belakang.

Inovasi dalam Desain dan Pengembangan

Tim Triton Robotics dilengkapi dengan alat khusus untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada, seperti visi komputer untuk identifikasi kepiting invasif, pipeline fotogrammetri untuk pengukuran gunung es, serta gripper pneumatik yang telah dikalibrasi dengan hati-hati untuk menangkap terumbu karang tanpa merusaknya. “Musim ini sangat berfokus pada iterasi—menguji, menghancurkan, memahami penyebabnya, dan membangun kembali dengan lebih baik,” ungkap Tenzin Larkin, co-CEO tim.

Triton Robotics sepenuhnya dipimpin oleh siswa dan tidak terafiliasi dengan institusi sekolah mana pun. Para anggota tim bertanggung jawab atas desain rekayasa, pengembangan perangkat lunak, anggaran, pengujian, pendokumentasian, dan operasi kolam; sementara mentor menyediakan pengawasan di workshop dan aspek keselamatan lainnya. Musim ini, tim berhasil menyelesaikan sekitar 30 pengujian di kolam air dalam tanpa insiden keselamatan.

Tim Tambahan yang Ikut Berpartisipasi

Di sisi lain, tim Triton Tech dari Edmonds College yang terletak tidak jauh dari Seattle juga akan berpartisipasi dalam ajang yang sama. Tim ini, yang telah mengumpulkan dana untuk keikutsertaannya, bersaing untuk tahun ketiga berturut-turut dalam kelas “Pioneer” melawan institusi pendidikan dari seluruh dunia. Di tahun inauguralnya, tim tersebut membangun ROV dari pipa PVC dan menempati posisi kelima di kategorinya. Tahun lalu, mereka berhasil meraih posisi kesembilan di dunia setelah mengikuti kompetisi di Michigan.

Kesimpulan

Kompetisi MATE ROV World Championships kali ini menarik perhatian bukan hanya karena tantangan yang dihadapi oleh tim-tim berpartisipasi, tetapi juga sebagai bukti inovasi dan keterampilan siswa dalam bidang teknologi dan kelautan. Dengan misi untuk membantu lingkungan melalui rekayasa, Triton Robotics dan tim lainnya menunjukkan bahwa generasi muda dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberlanjutan planet ini melalui pengetahuan dan teknologi yang mereka kembangkan.