Dolar AS Mencapai Rp17.880, Rupiah Semakin Tertekan

Portal Akemena – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, tepatnya pada Jumat (29/5/2026). Rupiah terdepresiasi sebesar 35 poin atau sekitar 0,20%, sehingga berada di level Rp17.880 per dolar AS. Pelemahan ini disebabkan oleh berbagai faktor sentimen, baik global maupun domestik, yang menekan pasar keuangan.

Pakar pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa tekanan eksternal masih menjadi faktor utama, dengan fokus pada dinamika geopolitik dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Meskipun ada kabar mengenai prospek kesepakatan damai yang bisa meredakan kekhawatiran pasokan energi, situasi di Selat Hormuz tetap dianggap belum stabil.

Fluktuasi harga minyak global juga turut berkontribusi terhadap pergerakan rupiah. Ketidakpastian terkait risiko geopolitik membuat investor cenderung lebih hati-hati, berimbas pada negara pengimpor energi seperti Indonesia yang kini harus meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk transaksi energi.

Dalam konteks makroekonomi global, inflasi tinggi di Amerika Serikat menambah besarnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan terus mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu dekat. Keadaan ini mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju aset yang dianggap lebih aman di AS.

Dengan perkembangan ini, pelaku pasar dan analis akan terus memantau kondisi geopolitik dan kebijakan ekonomi yang dapat mempengaruhi nilai tukar di masa mendatang. Pihak-pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan yang ada.