Kekhawatiran Industri Perjalanan Terkait Ancaman Bandara Kota Suaka

Portal Akemena – Industri perjalanan berada dalam kondisi tegang setelah Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, menegaskan ancamannya untuk menarik petugas Perlindungan Perbatasan AS dari bandara yang terletak di kota-kota “sanctuary”. Tindakan ini berpotensi merugikan penerbangan internasional di seluruh negeri. Dalam sebuah pertemuan dengan asosiasi perjalanan, Mullin mengonfirmasi niat tersebut ketika mendiskusikan proposal lain dari pemerintahan Trump yang bisa berdampak negatif terhadap sektor perjalanan.

Asosiasi Perjalanan AS dan maskapai besar segera mengecam gagasan itu, menyebutnya dapat memiliki konsekuensi yang sangat merugikan bagi industri perjalanan dan komunitas yang bergantung pada kunjungan internasional. Sekretaris Transportasi, Sean Duffy, juga menyatakan bahwa pembatasan perjalanan berdasarkan pandangan politik tidaklah logis dan dapat menciptakan masalah lebih lanjut di masa depan.

Duffy menegaskan pentingnya mempertahankan aksesibilitas perjalanan bagi orang-orang dari berbagai negara dan daerah. Dia juga menyampaikan bahwa tidak baik jika perjalanan udara dihambat hanya karena perbedaan pandangan politik, mengingat situasi politik selalu berubah.

Ancaman untuk menarik petugas dari kota-kota sanctuary tidak memiliki dukungan yang jelas di dalam administrasi, meski Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam akan menghentikan pendanaan untuk kota-kota tersebut. Istilah “sanctuary” biasanya merujuk pada kebijakan yang membatasi kerjasama dengan lembaga imigrasi. Beberapa upaya hukum sebelumnya juga telah menolak kebijakan pemotongan dana untuk kota-kota ini.

Sementara itu, grup perdagangan Airlines for America memperingatkan bahwa pengurangan staf CBP di bandara besar akan menimbulkan gangguan signifikan pada industri penerbangan dan pariwisata, serta merugikan sistem logistik internasional. Penegasan ini menunjukkan bahwa perubahan kebijakan imigrasi masih menjadi pengaruh yang kuat terhadap industri perjalanan saat ini.