Portal Akemena – Serangan drone dan misil Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina, telah mengakibatkan tewasnya seorang wanita hamil dan dua orang lainnya. Insiden ini dilaporkan oleh pejabat Ukraina pada hari Selasa. Sementara itu, pihak Crimea yang dianeksasi Rusia menyampaikan bahwa mereka sedang berusaha menghalau serangan drone.
Serangan terbaru ini menyusul serangkaian serangan udara besar-besaran yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina dalam beberapa minggu terakhir. Di saat yang sama, Kyiv meningkatkan serangan drone jarak jauh terhadap fasilitas minyak Rusia, yang menyebabkan kekurangan bahan bakar di Crimea dan wilayah lainnya.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, dalam sebuah percakapan telepon dengan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, pada Senin malam, menyatakan pembicaraan tersebut positif dan menyambut baik niat mereka untuk bekerja sama dalam menyelesaikan konflik. Dia sebelumnya juga telah mengirim surat terbuka kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengusulkan pembicaraan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima tahun. Namun, proposal tersebut ditolak oleh Putin.
Sementara itu, serangan misil di kota Chuhuiv di Kharkiv menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya, merusak bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum. Di Kharkiv, serangan drone Rusia menyebabkan 16 orang mendapatkan perawatan medis. Foto-foto menunjukkan bangunan yang terbakar dan petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api.
Di Crimea, sistem pertahanan pula berusaha menangkis serangan drone, menurut gubernur setempat, Mikhail Razvozhayev. Usaha perdamaian yang dipimpin oleh AS antara Ukraina dan Rusia kini terhambat, sementara pejabat dari kedua negara terus mendiskusikan kemungkinan kunjungan Witkoff dan Kushner ke Kyiv. Zelenskiy menginginkan agar wilayahnya tidak dikorbankan dalam proses negosiasi.