Akhirnya AS Dan Iran Tandatangani Kesepakatan Gencatan Senjata

Portal Akemena – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada Senin bahwa telah ada kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Teluk antara AS dan Iran, meskipun rincian lanjutannya belum dipublikasikan. Kedua negara sepakat bahwa gencatan senjata permanen masih harus dinegosiasikan. Kesepakatan ini akan memperpanjang gencatan senjata sementara yang diumumkan pada bulan April selama 60 hari, serta membuka Selat Hormuz, yang telah terblokir oleh Iran sejak serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Februari lalu.

Di sela pertemuan G7 di Prancis, Trump menyatakan bahwa dokumen kesepakatan telah ditandatangani, dan Wakil Presiden JD Vance akan menghadiri upacara penandatanganan resmi di Jenewa pada hari Jumat mendatang. Meskipun harga minyak turun ke level terendah sejak awal Maret, situasi ini telah berlanjut mengganggu pasar energi global dan menyebabkan lebih dari 7.000 korban jiwa, terutama di Iran dan Lebanon.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut memorandum ini sebagai “langkah penting” menuju penghentian pertempuran, meskipun menegaskan bahwa kesepakatan final untuk gencatan senjata masih belum tercapai. Vance menjelaskan bahwa dokumen tersebut sangat umum dan mencakup paket bantuan sanksi yang signifikan bagi Iran.

Dikatakan bahwa kesepakatan ini dapat memberikan keuntungan ekonomi substansial bagi Iran melalui pencabutan sanksi dan pembentukan dana rekonstruksi. Namun, Iran perlu memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh AS, termasuk komitmen untuk tidak membangun senjata nuklir.

Sementara itu, ketegangan antara Israel dan milisi Hezbollah, yang didukung Iran, tetap menjadi isu utama dalam kesepakatan ini. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa pasukan Israel tetap berada di Lebanon dan berhak merespons serangan dari Hezbollah. Situasi di Lebanon masih tegang, dengan laporan serangan drone Israel yang menyebabkan korban jiwa.