Berhenti Makan Hangat Demi Membayar Tagihan Energi Anaknya

Portal Akemena – Samantha Tolmie, seorang ibu dari Doncaster, Inggris, terpaksa mengorbankan makanan hangat untuk memenuhi biaya perawatan vital bagi putranya, Lewis, yang kini berusia 22 tahun. Lewis mengandalkan ventilator dan berbagai alat kesehatan lainnya agar tetap hidup selepas jatuh sakit parah saat kecil. Meski merupakan situasi yang sulit, Samantha mengaku tidak sendirian. Banyak orang tua di Inggris menghadapi tantangan serupa dan memangkas anggaran sehari-hari demi memastikan kebutuhan anak-anak mereka terpenuhi.

Samantha mengungkapkan, biaya energi yang melonjak drastis, kini mencapai lebih dari £400 per bulan, memaksanya untuk mengurangi penggunaan listrik. “Saya tidak bisa mematikan alat lain,” tuturnya. Ia menyatakan, untuk bertahan, ia hanya mengonsumsi makanan sederhana seperti roti lapis dan buah, bahkan sering kali dibantu oleh perawat Lewis yang memberikan makanan hangat.

Di Yorkshire, organisasi amal yang mendukung anak penyandang disabilitas melaporkan peningkatan jumlah orang tua yang melewatkan makan agar dapat membayar biaya tambahan. Diketahui, lebih dari setengah keluarga yang dijangkau menyatakan terpaksa mengorbankan makanan demi mampu menutupi tagihan rumah tangga.

Jumlah orang yang mengajukan bantuan dari lembaga amal meningkat tajam, sementara estimasi bahwa rumah tangga disabilitas memerlukan tambahan £1,095 per bulan untuk menutupi biaya esensial semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Inggris menyatakan komitmennya dalam mengatasi krisis biaya hidup, termasuk penyesuaian tarif energi yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Samantha menekankan pentingnya dukungan bagi keluarga seperti mereka, yang kerap harus membuat keputusan sulit dalam menghadapi krisis ini. “Kami harus menyeimbangkan antara kebutuhan dasar dan semua biaya yang muncul,” ujarnya.